ISLAM LIBERAL VS FPI

on Senin, 07 Mei 2012


Akhirnya Saya menulis kembali Alhamdulillah, setelah lama menghilang karena terlalu banyak uang ? banyak uang membuat Saya malas menulis hahahaha + 100x.

(hening sejenak) mmmm Saya ingin Anda bertanya-tanya tentang apa Saya menulis..(Tanya dong) hahaha, begini bray (panggilan bro untuk alay) Saya menulis sekarang, karena Saya tertarik, melihat dan mendengar tentang kasus komunitas buku Salihara yang bertempat di Jl. Salihara No. 16, Pasar Mingguyang mengundang nara sumber controversial yaitu Irshad Manji asal Kanada (yang konon katanya “Lesbian”) yang menarik dari kasus ini adalah karena adanya ormas Islam yang bernama FPI (Front pembela Islam) datang membawa massanya dan ingin menghentikan diskusi tentang buku yang dikarang oleh Irshad Manji yang berjudul 'Allah, Liberty and Love', memang cerita tentang FPI ini selalu menarik utuk diikuti, ormas yang identik dengan kekerasan, image ini sudah sangat lumrah di pandangan orang Jakarta maupun Indonesia.

Dimulailah ketegangan terjadi, seperti bisa ditebak alur ceritanya yang tidak usah Saya ceritakan dan Saya besar-besarkan Anda pasti sudah dapat menalarnya. Polisi, satpam Salihara, ketua RT, Ketua RW, warga setempat semua berkumpul di situ, dan yang tak kalah menarik disitu juga ada tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil A.A nnnaaaah mungkin ini juga salah satunya kenapa FPI ngotot datang ketempat itu untuk membubarkan diskusi tersebut, memang tokoh JIL ini selalu mengundang kontroversi dengan buah-buah pemikirannya, yang membuat sebagian kalangan tidak menyukai dirinya, termasuk salah satunya ya FPI ini, dan juga tidak hanya JIL yang hadir dalam diskusi tersebut para penganut paham liberal pun banyak yang hadir pada saat itu.

Polisi pun menghentikan acara tersebut, dengan dalil acara ini tidak ada izinnya karena mengundang pembicara WNA, komunitas Saliharapun geram, mereka tidak suka dengan sikap polisi yang katanya pro dengan FPI,  harusnya di era keterbukaan ini tidak harus izin “memangnya di jaman orde baru “ seru mereka.

Nnnnnnnnaaaaaah, mereka pun akhirnya saling berargumen, ujung-ujungnya adalah perselisihan, saling tidak suka, saling mengejek, saling tuduh menuduh…..sedih Saya melihatnya, sesama warga Negara Indonesia kita jadi terpecah.
Bisakah Anda lihat dengan cermat !!!!!!!! siapakah yang diuntungkan dengan situasi ini??? Yuuup betul sekali, orang-rang yang tidak ingin negara kita ini aman dan tentram, mereka ingin merubah negri kita ini seperti di Irak atau Afghanistan kalau perlu. Disini masalah itu ada karena pihak kekerasan sudah ada yaitu FPI, dan pihak yang memanas-manasi ada yaitu pihak perkumpulan Salihara dan para Islam Liberal dkk, menurut Saya orang yang emosian bila dipanas-panasi akan cepat chaos, lalu dimanakah berada posisipihak Irshad Manji ini, dia adalah orang yang mengarang buku tersebut dan dia juga bukan orang Indonesia, adakah dia memikirkan jikalau saya berbicara tentang buku saya di Indonesia, ada pihak-pihak yang bersitegang, apakah dia sedih bila dia berbicara, kita sesama warga Indonesia saling hajar, saling pukul ? apakah dia mengerti bahwa apabila ia berbicara maka akan menyulut anarkisme, Saya beritahu Anda sekali lagi, ujung-ujungnya adalah kita sendiri yang di rugikan, bangsa kita yang dirugikan, nama Indonesia makin terpuruk di kalangan manca Negara, bahwa ada warga Negara Kanada yang ingin mendiskusikan sebuah buku, dan di hentikan oleh ormas Islam yang berpredikat radikal =(.

Dengan ini Saya menyalahkan kedua pihak dari kita sendiri, yaitu FPI dan komunitas Salihara yang dibelakangnya ada orang-orang Islam Liberal. Kenapa saya menyalahkan keduanya, begini penjelasan Saya.

Pertama tentang FPI, jujur saja tentang FPI ini Saya sangat tidak setuju dengan “kekerasannya saja” Andai saja Ormas ini santun, sopan dan damai dalam menjalankan gerakannya, Saya angkat topi untuk ormas ini, mungkin Saya akan masuk menjadi anggotanya. Namun sayang predikat radikal telah menempel erat di ormas ini, hampir sebagian kalangan orang berpendidikan mencemoohnya, ada beberapa hal kekerasan itu tidak bisa di jalankan di negeri ini maupun di negeri manapun. Karena mereka malu kekerasan itu hanya ada di jaman purba atau jaman barbarian, yang sehingganya mereka malu disamakan dengan orang purba yang selalu hidup dengan kekerasan, siapa kuat dia menang, mereka malu…..sungguh mereka malu, nnnaaaah keberingasan ini dengan mudah di manfaatkan oleh para Provokator untuk menyulut anarki dan kerusuhan lainnya. Apakah para FPI-ers tidak berfikir bahwa pola kekerasan yang dianutnya bisa membuat bangsa ini jelek di mata umat dunia, dan Saya salah satunya yang harus menanggung malu, karena Saya adalah bagian dari Islam, otomatis Islam dinegara saya itu ya kaya FPI itu, padahal masih banyak orang alim dan Ulama-ulama Islam di Indonesia yang masyhur namanya tanpa kekerasan salah satunya ada keluarga Shihab bersaudara, Kyai-Kyai sepuh NU, Muhammadiyah, Aa Gym, dan masih banyak lagi, namun nama-nama mereka seolah-olah hilang, sirna karna berita-berita kurang baik dari FPI ini. Saran Saya terhadap FPI, gantilah pendekatan Anda, pendekatan dengan kekerasan jaman ini adalah sangat tidak popular, apakah Anda selamanya ingin dicap pelopornya ormas dengan kekerasan ? hilangnya simpati masyarakat kepada Anda, sedangkan saya tahu benar maksud dan tujuan Anda, membela Islam paling depan sampai titik darah penghabisan, yang dimana semangat itu sudah jarang sekali saya lihat dari anak-anak muda, khususnya anak muda di kota-kota besar yang secara tidak sadar mereka telah masuk dalam paham Islam liberal, nnnnaaaah setelah ini Saya ingin membahas tentang Islam liberal di Negara tercinta kita Indonesia ini.

Kedua tentang Islam Liberal, ada yang menarik dari paham ini, paham ini anti kekerasan, dan saking antinya paham ini terhadap kekerasan, mereka membebaskan sebebas-bebasnya hak individu untuk berekspresi tanpa melihat kontroversi yang ada, tanpa melihat lawan mereka di FPI-ers yang sangat mengutuk mereka, menganggap mereka sesat, dll. wong ada pengertiannya lah masing-masing, nah disini yang menarik, saya menganggap paham ini “terlalu baik” baik itu baik, terlalu baik itu tak baik, hahaha begitulah filosofinya, bahkan saking baiknya paham ini mengatakan “babi yang baik akan masuk surga” hahaha, begitulah humornya mengenai paham ini. Maksud saya terlalu baik adalah, mereka tidak sadar dengan terlalu baik yang mereka punya, mereka dijadikan tameng atau pembenaran terhadap pihak-pihak yang ingin Indonesia ini jauh dari kedamaian atas nama pluralisme, persamaan hak atas beragama, persamaan hak asasi manusia, mereka sangat pintar bermain di daerah ini, mereka tahu kalau mereka menghembuskan isu-isu tersebut, pasti mereka akan didukung penuh oleh para Liberal-ers dan ujung-ujungnya, pihak radikalisme berhadapan kembali dengan liberal-ers ini, maka seperti yang kita lihat di media massa cetak atau elektronik, terjadilah kerusuhan, chaos, pembunuhan dll. makanya Saya sebutkan tadi, mereka ini terlalu baik sehingga dengan kebaikan yang mereka punya dimanfaatkan oleh pihak luar untuk mendukung niat buruk mereka. Ngga usah jauh-jauh, sedkit lagi nih katanya akan digelar konsernya lady Gaga, padahal masih aga jauh yaitu tanggal 3 Juni 2012, kontan pihak FPI pun mengancam ingin membatalkan konser tersebut, dan bila pihak panitia tidak membatalkan konser tersebut FPI akan bertindak anarkis, nnnnaaah disini apakah pihak promotor Big Daddy Live Concerts setidaknya memikirkan kontroversi yang ada bila mendatangkan artis ini maka akibatnya ini, kalu yang ini maka konsekuensinya yang ini ? marilah kita sama-sama dewasa dan tidak selalu memikirkan materi yang akan kita dapat, masih banyak ko artis yang ga kalah dengan Lady Gaga, iya ga ? misalkan Radiohead lah gitu undang, ga pernah kesini tuh band, hahaha, FPI mah ga bakal larang kalo dia yang dateng hahaha meneketehe hahaha, lanjuut, lalu dengan sekonyong-konyong anak muda seluruh Indonesia beserta paham liberal pun mengutuk perkataan FPI tersebut di media massa, suasana ngotot mengotot sudah terasa jauh sebelum konser dimulai, mari kita lihat bersama-sama apakah akan terjadi kerusuhan ? Wallahu Alam.

Anak muda sekarang apalagi di kota-kota besar, itu telah di doktrin secara halus oleh liberalisme tanpa mereka sadari, yang mendewa-dewakan kebebasan, hak asasi manusia, kebebasan yang mereka sendiri tahu bahwa terlalu bebas itu berbahaya, kalau kata guru ngaji Saya, “baik itu bagus, tapi jangan terlalu baik, nanti diinjak-injak orang”. Lihatlah dengan jelas situasi ini Saudaraku sebangsa setanah air (mantaf gaya Soekarno mode=on), sekali lagi siapakah yang diuntungkan dari situasi ini bila Negara kita tidak aman ??? siapa ??? kalau ada yang tahu follow twiter saya @amieralmahyra   dan kirim jawaban dengan format nama, alamat, status, hahahahaha memang edan jaman sekarang fuuuuh.
Kesimpulan Saya adalah FPI itu kekerasan = tidak baik, sedangkan Liberalisme itu mendompleng arti kebebasan itu sendiri = terlalu baik yang sehingga nya di manfaatkan pihak-pihak tertentu untuk di adu domba dengan pihak radikalis. Jadi mana yang baik, yang baik itu baik, tidak dikurangkan dan tidak dilebihkan. Wass untuk semua orang baik =).

0 komentar:

Posting Komentar