Akhirnya Saya menulis kembali Alhamdulillah, setelah lama
menghilang karena terlalu banyak uang ? banyak uang membuat Saya malas menulis
hahahaha + 100x.
(hening sejenak) mmmm Saya ingin Anda bertanya-tanya tentang
apa Saya menulis..(Tanya dong) hahaha, begini bray (panggilan bro untuk alay) Saya
menulis sekarang, karena Saya tertarik, melihat dan mendengar tentang kasus komunitas
buku Salihara yang bertempat di Jl. Salihara No.
16, Pasar Minggu, yang mengundang nara sumber controversial
yaitu Irshad Manji asal Kanada (yang konon katanya “Lesbian”) yang menarik dari
kasus ini adalah karena adanya ormas Islam yang bernama FPI (Front pembela
Islam) datang membawa massanya dan ingin menghentikan diskusi tentang buku yang
dikarang oleh Irshad Manji yang berjudul 'Allah, Liberty
and Love', memang cerita tentang FPI ini selalu menarik utuk diikuti, ormas
yang identik dengan kekerasan, image ini sudah sangat lumrah di pandangan orang
Jakarta maupun Indonesia.
Dimulailah
ketegangan terjadi, seperti bisa ditebak alur ceritanya yang tidak usah Saya
ceritakan dan Saya besar-besarkan Anda pasti sudah dapat menalarnya. Polisi, satpam
Salihara, ketua RT, Ketua RW, warga setempat
semua berkumpul di situ, dan yang tak kalah menarik disitu juga ada tokoh JIL
(Jaringan Islam Liberal) Ulil A.A nnnaaaah mungkin ini juga salah satunya kenapa
FPI ngotot datang ketempat itu untuk membubarkan diskusi tersebut, memang tokoh
JIL ini selalu mengundang kontroversi dengan buah-buah pemikirannya, yang membuat
sebagian kalangan tidak menyukai dirinya, termasuk salah satunya ya FPI ini,
dan juga tidak hanya JIL yang hadir dalam diskusi tersebut para penganut paham
liberal pun banyak yang hadir pada saat itu.
Polisi pun menghentikan acara
tersebut, dengan dalil acara ini tidak ada izinnya karena mengundang pembicara
WNA, komunitas Saliharapun geram, mereka tidak suka dengan sikap polisi yang
katanya pro dengan FPI, harusnya di era
keterbukaan ini tidak harus izin “memangnya di jaman orde baru “ seru mereka.
Nnnnnnnnaaaaaah, mereka pun
akhirnya saling berargumen, ujung-ujungnya adalah perselisihan, saling tidak
suka, saling mengejek, saling tuduh menuduh…..sedih Saya melihatnya, sesama
warga Negara Indonesia kita jadi terpecah.
Bisakah Anda lihat dengan cermat !!!!!!!!
siapakah yang diuntungkan dengan situasi ini??? Yuuup betul sekali, orang-rang
yang tidak ingin negara kita ini aman dan tentram, mereka ingin merubah negri
kita ini seperti di Irak atau Afghanistan kalau perlu. Disini masalah itu ada
karena pihak kekerasan sudah ada yaitu FPI, dan pihak yang memanas-manasi ada
yaitu pihak perkumpulan Salihara dan para Islam Liberal dkk, menurut Saya orang
yang emosian bila dipanas-panasi akan cepat chaos, lalu dimanakah berada posisipihak
Irshad Manji ini, dia adalah orang yang mengarang buku tersebut dan dia juga
bukan orang Indonesia, adakah dia memikirkan jikalau saya berbicara tentang
buku saya di Indonesia, ada pihak-pihak yang bersitegang, apakah dia sedih bila
dia berbicara, kita sesama warga Indonesia saling hajar, saling pukul ? apakah
dia mengerti bahwa apabila ia berbicara maka akan menyulut anarkisme, Saya
beritahu Anda sekali lagi, ujung-ujungnya adalah kita sendiri yang di rugikan,
bangsa kita yang dirugikan, nama Indonesia makin terpuruk di kalangan manca Negara,
bahwa ada warga Negara Kanada yang ingin mendiskusikan sebuah buku, dan di
hentikan oleh ormas Islam yang berpredikat radikal =(.
Dengan ini Saya menyalahkan kedua
pihak dari kita sendiri, yaitu FPI dan komunitas Salihara yang dibelakangnya
ada orang-orang Islam Liberal. Kenapa saya menyalahkan keduanya, begini
penjelasan Saya.
Pertama tentang FPI, jujur saja
tentang FPI ini Saya sangat tidak setuju dengan “kekerasannya saja” Andai saja
Ormas ini santun, sopan dan damai dalam menjalankan gerakannya, Saya angkat
topi untuk ormas ini, mungkin Saya akan masuk menjadi anggotanya. Namun sayang
predikat radikal telah menempel erat di ormas ini, hampir sebagian kalangan
orang berpendidikan mencemoohnya, ada beberapa hal kekerasan itu tidak bisa di
jalankan di negeri ini maupun di negeri manapun. Karena mereka malu kekerasan
itu hanya ada di jaman purba atau jaman barbarian, yang sehingganya mereka malu
disamakan dengan orang purba yang selalu hidup dengan kekerasan, siapa kuat dia
menang, mereka malu…..sungguh mereka malu, nnnaaaah keberingasan ini dengan
mudah di manfaatkan oleh para Provokator untuk menyulut anarki dan kerusuhan
lainnya. Apakah para FPI-ers tidak berfikir bahwa pola kekerasan yang dianutnya
bisa membuat bangsa ini jelek di mata umat dunia, dan Saya salah satunya yang
harus menanggung malu, karena Saya adalah bagian dari Islam, otomatis Islam
dinegara saya itu ya kaya FPI itu, padahal masih banyak orang alim dan Ulama-ulama
Islam di Indonesia yang masyhur namanya tanpa kekerasan salah satunya ada
keluarga Shihab bersaudara, Kyai-Kyai sepuh NU, Muhammadiyah, Aa Gym, dan masih
banyak lagi, namun nama-nama mereka seolah-olah hilang, sirna karna
berita-berita kurang baik dari FPI ini. Saran Saya terhadap FPI, gantilah
pendekatan Anda, pendekatan dengan kekerasan jaman ini adalah sangat tidak popular,
apakah Anda selamanya ingin dicap pelopornya ormas dengan kekerasan ? hilangnya
simpati masyarakat kepada Anda, sedangkan saya tahu benar maksud dan tujuan
Anda, membela Islam paling depan sampai titik darah penghabisan, yang dimana
semangat itu sudah jarang sekali saya lihat dari anak-anak muda, khususnya anak
muda di kota-kota besar yang secara tidak sadar mereka telah masuk dalam paham
Islam liberal, nnnnaaaah setelah ini Saya ingin membahas tentang Islam liberal
di Negara tercinta kita Indonesia ini.
Kedua tentang Islam Liberal, ada
yang menarik dari paham ini, paham ini anti kekerasan, dan saking antinya paham
ini terhadap kekerasan, mereka membebaskan sebebas-bebasnya hak individu untuk
berekspresi tanpa melihat kontroversi yang ada, tanpa melihat lawan mereka di
FPI-ers yang sangat mengutuk mereka, menganggap mereka sesat, dll. wong ada
pengertiannya lah masing-masing, nah disini yang menarik, saya menganggap paham
ini “terlalu baik” baik itu baik, terlalu baik itu tak baik, hahaha begitulah
filosofinya, bahkan saking baiknya paham ini mengatakan “babi yang baik akan
masuk surga” hahaha, begitulah humornya mengenai paham ini. Maksud saya terlalu
baik adalah, mereka tidak sadar dengan terlalu baik yang mereka punya, mereka dijadikan
tameng atau pembenaran terhadap pihak-pihak yang ingin Indonesia ini jauh dari
kedamaian atas nama pluralisme, persamaan hak atas beragama, persamaan hak
asasi manusia, mereka sangat pintar bermain di daerah ini, mereka tahu kalau
mereka menghembuskan isu-isu tersebut, pasti mereka akan didukung penuh oleh
para Liberal-ers dan ujung-ujungnya, pihak radikalisme berhadapan kembali
dengan liberal-ers ini, maka seperti yang kita lihat di media massa cetak atau
elektronik, terjadilah kerusuhan, chaos, pembunuhan dll. makanya Saya sebutkan
tadi, mereka ini terlalu baik sehingga dengan kebaikan yang mereka punya
dimanfaatkan oleh pihak luar untuk mendukung niat buruk mereka. Ngga usah
jauh-jauh, sedkit lagi nih katanya akan digelar konsernya lady Gaga, padahal
masih aga jauh yaitu tanggal 3 Juni 2012, kontan pihak FPI pun mengancam ingin
membatalkan konser tersebut, dan bila pihak panitia tidak membatalkan konser
tersebut FPI akan bertindak anarkis, nnnnaaah disini apakah pihak promotor Big Daddy Live
Concerts setidaknya memikirkan kontroversi
yang ada bila mendatangkan artis ini maka akibatnya ini, kalu yang ini maka
konsekuensinya yang ini ? marilah kita sama-sama dewasa dan tidak selalu
memikirkan materi yang akan kita dapat, masih banyak ko artis yang ga kalah
dengan Lady Gaga, iya ga ? misalkan Radiohead lah gitu undang, ga pernah kesini
tuh band, hahaha, FPI mah ga bakal larang kalo dia yang dateng hahaha
meneketehe hahaha, lanjuut, lalu dengan sekonyong-konyong anak muda seluruh Indonesia
beserta paham liberal pun mengutuk perkataan FPI tersebut di media massa, suasana
ngotot mengotot sudah terasa jauh sebelum konser dimulai, mari kita lihat
bersama-sama apakah akan terjadi kerusuhan ? Wallahu Alam.
Anak muda sekarang apalagi di
kota-kota besar, itu telah di doktrin secara halus oleh liberalisme tanpa
mereka sadari, yang mendewa-dewakan kebebasan, hak asasi manusia, kebebasan
yang mereka sendiri tahu bahwa terlalu bebas itu berbahaya, kalau kata guru
ngaji Saya, “baik itu bagus, tapi jangan terlalu baik, nanti diinjak-injak
orang”. Lihatlah dengan jelas situasi ini Saudaraku sebangsa setanah air
(mantaf gaya Soekarno mode=on), sekali lagi siapakah yang diuntungkan dari
situasi ini bila Negara kita tidak aman ??? siapa ??? kalau ada yang tahu
follow twiter saya @amieralmahyra
dan kirim jawaban dengan format nama, alamat,
status, hahahahaha memang edan jaman sekarang fuuuuh.
Kesimpulan Saya adalah FPI itu
kekerasan = tidak baik, sedangkan Liberalisme itu mendompleng arti kebebasan
itu sendiri = terlalu baik yang sehingga nya di manfaatkan pihak-pihak tertentu
untuk di adu domba dengan pihak radikalis. Jadi mana yang baik, yang baik itu
baik, tidak dikurangkan dan tidak dilebihkan. Wass untuk semua orang baik =).

0 komentar:
Posting Komentar