Kali ini kita akan sedikit pusing bila melihat penjelasan
Saya, kalo ngga kuat yah pelan-pelan bacanya, gampang kan, hehehe. Yuuu marrri
di mulai, … Dunia ini penuh akan misteri, penuh tantangan, tak pasti, selalu
berubah dengan cepat, panggung sandiwara => godbless-ers, perlu strategi,
perlu banyak perbekalan, perlu banyak pertolongan, hiburan, perlu peta =>
dora-ers, perlu terang cahaya datang =>dzeek-ers =), air, udara, makanan, istirahat,
berpikir, dll.
Apakah Anda sedang berpikir sekarang ? oh nampaknya Anda
sedang membaca tulisan ini yah, maaf =), lanjuuut, … Orang berpikir itu, memikirkan
apa yang selalu bersinggungan dengannya, seperti teman, pekerjaan, gebetan,
yang baru jadian => teman saya kevin , mantan pacar, keluarga, gadget,
upgrade os, nulis di blog, bikin film, lagu, beli baju, efek gitar, belanja
bulanan, hutang, masalah hidup, dsbg.
Ada nasehat dari para alim di tanah Arab sana, “Orang yang
selalu berpikir tentang masa lalu walaupun sedetik yang lalu, akan lebih merasa
bersalah, menyesal (galau) ta’ berarti. Dan orang-orang yang selalu berpikir
tentang masa depan akan selalu was-was dan cemas, karena belum pasti adanya,
dan sejatinya adalah orang yang pikirannya di masa kini karena dia orang yang
stabil berdiri dan realistis”.
What the kamsud ?
begini … Saya punya pertanyaan untuk Anda, apa yang membuat pemikiran Anda
itu begitu benar ? benar menurut siapa ? siapa yang berhak membenarkan ? itu
adalah pertanyaan orang yang berpikir tentang pemikir, kalau Saya pribadi Saya
akan mejawab itu semua, dia adalah “guru”, yang berhak atas semua itu, Kalau
Tuhan mungkin ngga ? Saya jawab mungkin…kalau Dia hadir dan berbicara pada Anda
langsung (apakah mungkin ?) (biasanya Tuhan hadir melalui seorang guru), lalu
lahir lagi pertanyaan guru yang bagaimana ? Saya jawab, orang yang pantas Anda
sebut guru dan Anda mengaguminya, luas pengetahuannya, bijak orangnya, dsbg.
Pertanyaan dan pernyataan semacam itu sering Saya temukan di
hampir setiap kasus yang ujung-ujung nya membahas debat tentang Agama atau
suatu faham, Saya senang sekali menyarankan kepada orang-orang itu carilah
guru, guru yang banyak jangan hanya satu guru, kalau bisa 1000 guru !!!, mereka
akan secara gamblang membeberkan kekurangan-kekurangan Anda, kalu Anda tidak
suka, berarti Anda Egois, Anda membenarkan sendiri pernyataan yang Anda
keluarkan sendiri. Begini Analoginya, Anda mengerjakan soal jawaban, lalu Anda
memeriksanya sendiri, lalu Anda nilai sendiri dengan nilai 10, itulah maksud Saya, andai saja ada seorang guru yang bisa memeriksa soal jawaban Anda, dia
akan senang hati memberikan penilaian atas jawaban yang Anda kerjakan tadi,
misalkan salah 2 yah nilai anda jadi 8. Begiculooh maksud eke. Tapi juga, jangan
lantas Anda berguru pada satu orang saja, karena itu akan membuat Anda Fanatik
berlebihan kepadanya, karena hanya dia seorang yang memberi masukan, jadi hanya
dia, dia, dia saja yang betul yang lain tidak, itu kurang bagus juga, … ngomong-ngomong,
Apakah sehabis ini, Anda sudah punya niat mencari “guru”, niatkanlah dari
sekarang, carilah guru, sebelum Anda, menilai soal jawaban Anda sendiri
hahahaha.
Saya hanya menulis atau merasakan apa yang Saya alami, kalau
ada guru yang mau memberikan nilai pada tulisan Saya, dengan senang hati Saya
menerimanya. Diatas langit masih ada langit (sadis).
Penjelasan Saya setelah ngalor ngidul itu, sebenarnya, Saya
ingin memberitahukan kepada para pemikir diluar sana yang merasa paling benar
itu, “tanpa ada koreksi dari guru” yang Saya maksud, mereka itu mereka hanyalah
seorang yang egois. Sekian terima kasih, salam pencari guru =)

0 komentar:
Posting Komentar