BERPIKIR TENTANG PEMIKIR

on Jumat, 11 Mei 2012


Kali ini kita akan sedikit pusing bila melihat penjelasan Saya, kalo ngga kuat yah pelan-pelan bacanya, gampang kan, hehehe. Yuuu marrri di mulai, … Dunia ini penuh akan misteri, penuh tantangan, tak pasti, selalu berubah dengan cepat, panggung sandiwara => godbless-ers, perlu strategi, perlu banyak perbekalan, perlu banyak pertolongan, hiburan, perlu peta => dora-ers, perlu terang cahaya datang =>dzeek-ers =), air, udara, makanan, istirahat, berpikir, dll.

Apakah Anda sedang berpikir sekarang ? oh nampaknya Anda sedang membaca tulisan ini yah, maaf =), lanjuuut, … Orang berpikir itu, memikirkan apa yang selalu bersinggungan dengannya, seperti teman, pekerjaan, gebetan, yang baru jadian => teman saya kevin , mantan pacar, keluarga, gadget, upgrade os, nulis di blog, bikin film, lagu, beli baju, efek gitar, belanja bulanan, hutang, masalah hidup, dsbg.

Ada nasehat dari para alim di tanah Arab sana, “Orang yang selalu berpikir tentang masa lalu walaupun sedetik yang lalu, akan lebih merasa bersalah, menyesal (galau) ta’ berarti. Dan orang-orang yang selalu berpikir tentang masa depan akan selalu was-was dan cemas, karena belum pasti adanya, dan sejatinya adalah orang yang pikirannya di masa kini karena dia orang yang stabil berdiri dan realistis”.

What the kamsud ?  begini … Saya punya pertanyaan untuk Anda, apa yang membuat pemikiran Anda itu begitu benar ? benar menurut siapa ? siapa yang berhak membenarkan ? itu adalah pertanyaan orang yang berpikir tentang pemikir, kalau Saya pribadi Saya akan mejawab itu semua, dia adalah “guru”, yang berhak atas semua itu, Kalau Tuhan mungkin ngga ? Saya jawab mungkin…kalau Dia hadir dan berbicara pada Anda langsung (apakah mungkin ?) (biasanya Tuhan hadir melalui seorang guru), lalu lahir lagi pertanyaan guru yang bagaimana ? Saya jawab, orang yang pantas Anda sebut guru dan Anda mengaguminya, luas pengetahuannya, bijak orangnya, dsbg.

Pertanyaan dan pernyataan semacam itu sering Saya temukan di hampir setiap kasus yang ujung-ujung nya membahas debat tentang Agama atau suatu faham, Saya senang sekali menyarankan kepada orang-orang itu carilah guru, guru yang banyak jangan hanya satu guru, kalau bisa 1000 guru !!!, mereka akan secara gamblang membeberkan kekurangan-kekurangan Anda, kalu Anda tidak suka, berarti Anda Egois, Anda membenarkan sendiri pernyataan yang Anda keluarkan sendiri. Begini Analoginya, Anda mengerjakan soal jawaban, lalu Anda memeriksanya sendiri, lalu Anda nilai sendiri dengan nilai 10, itulah maksud Saya, andai saja ada seorang guru yang bisa memeriksa soal jawaban Anda, dia akan senang hati memberikan penilaian atas jawaban yang Anda kerjakan tadi, misalkan salah 2 yah nilai anda jadi 8. Begiculooh maksud eke. Tapi juga, jangan lantas Anda berguru pada satu orang saja, karena itu akan membuat Anda Fanatik berlebihan kepadanya, karena hanya dia seorang yang memberi masukan, jadi hanya dia, dia, dia saja yang betul yang lain tidak, itu kurang bagus juga, … ngomong-ngomong, Apakah sehabis ini, Anda sudah punya niat mencari “guru”, niatkanlah dari sekarang, carilah guru, sebelum Anda, menilai soal jawaban Anda sendiri hahahaha.

Saya hanya menulis atau merasakan apa yang Saya alami, kalau ada guru yang mau memberikan nilai pada tulisan Saya, dengan senang hati Saya menerimanya. Diatas langit masih ada langit (sadis).

Penjelasan Saya setelah ngalor ngidul itu, sebenarnya, Saya ingin memberitahukan kepada para pemikir diluar sana yang merasa paling benar itu, “tanpa ada koreksi dari guru” yang Saya maksud, mereka itu mereka hanyalah seorang yang egois. Sekian terima kasih, salam pencari guru =)

0 komentar:

Posting Komentar