Melihat suatu Negara yang Maju, adil, makmur dan sejahtera
sangatlah membuat hati ini senang, bagaimana tidak ?, orang-orang yang tinggal
diwilayah tersebut pasti paling tidak akan terjamin dalam banyak hal. Dan tentunya
ada banyak faktor yang membuat suatu Negara bisa sepeti diatas, dan tanpa
disuruh pun pasti semua Negara mau menuju kea arah itu, salah satunya ya Negara
kita tercinta ini … Indonesia.
Mari kita mulai pembahasan, (muka serius nih) saya sungguh heran dengan Negara
ini (muka heran nih) ???, makanya dikasih judul Ada apa dengan Negara ini … kalau
Sayanya pasti anda sudah tahu semualah, lihat aj di TV setiap hari saya ada
disitu ? nnnnnnnaaah kalau Negara kita ini Negara yang kaya, semua orang udah
pada tau lah, lumrah,... jawabannya kita kaya tapi ga bisa ngelolanya selesai. Tapi
Saya ingin membahas faktor lainnya, faktor yang lebih kearah kebijakan
pemerintah atau kearah system ketatanegaraan kita, (udah kaya pro aja bray
hahaha).
Pertama saya ingin berbicara tentang kebijakan pemerintah,
khususnya soal “subsidi” (Negara membantu rakyatnya) entah dari mana datangnya
ide ini, tapi yang Saya tahu ini ada dari jaman orde baru jamannya bpk pembangunan
Soeharto. Jeniusnya Beliau adalah “apa-apa serba murah” laaah bijimana ga murah
!, wong ditombokin (disubsidi) sama Negara, trus uangnya dari mana ? yah ada
yang ngutang dari luar negri dan ada yang dari kita-kita juga( pajak). Serba murah
yang semu.
Bapak Jendaral bintang lima ini sungguh jenius, karena latar belakang beliau di Kostrad, kenapa saya bilang jenius karena orang biasa belum berpikir, dia sudah berpikir 10 kali di depan, ckckck, namun sayang seribu sayang pola ini menjadi bumerang untuk anak cucu kita nanti (ngga sanggup bayar hutang), woookey, balik ke subsidi, subsidi yang paling kita kenal itu ada tiga subsidi, subsidi di kesehatan, pendidikan, dan yang terakhir bbm (handphone ko di subsidi ckckck). Nnnnaaah untuk yang terakhir ini kebijakan pemerintah sangatlah kontroversial untuk jaman-jaman setelah reformasi tentunya, soalnya waktu jaman orde baru, ini hal yang biasa-biasa saja, ya iyaaalah orang takut ngebahasnya, abis nulis dan ngebahas ini, besok hilang, tau-tau tinggal mayatnya aj, mending kalo ada fisiknya, kalo hilang ditelan bumi hiiiiii. Tapi itu dahulu kala, mudah-mudahan sekarang nda. Sampai dimana tadi … oh bbm, nnnaaah yang jadi pertanyaan kenapa bbm ini ikut-ikutan di subsidi ? padahal dengan mensubsidi jenis minyak seperti bensin itu, telah terjadi “kelalaian prioritas” moso orang-orang yang punya mobil atau paling tidak motor lah, mereka itu kan yang notabene nya orang mampu moso di bantu oleh Negara ? lah ngapain bray, lah wong orang yang miskin aj masih banyak, ngga percaya liat aj tuh pas lagi bagi-bagiin sembako atau angpao lebaran sama daging qurban … realitanya begitu bray (muka heran).
Situasi ini diperparah dengan oknum-oknum produsen minyak, yang menjual minyak jatah Indonesia keluar negri (malaysa, singapur, dll), karena mereka sangat tahu bahwa harga minyak di luar negri itu lebih mahal ketimbang di Indonesia, seperti di malay, harga bensinnya rata-rata 12.000/liter, apalagi di singapur bisa 15.000-an/liter, bisa dibandingkan dengan harga jual di Negara kita 5000/liter terasa sangat timplang, wacana inilah yang membuat para oknum/pemain bbm di indo ingin menjual secara illegal minyak kita ke luar, bisa di bayangkan untungnya bisa hampir 2-3 kali lipat. Apakah Anda masih ingat tahun 90-an ketika ada kasus penukaran muatan BBM di salah satu pelabuhan Indo dengan air laut, dan ternyata minyaknya di jual illegal ke luar, bbbaaah ternyata praktek ini sudah berlangsung lama sekali sekitar 15 tahunan … wooow, Anda bisa bayangkan untungnya, menjual bbm 1 kapal yang bermuatan ber-ton-ton minyak dengan harga 2-3 kali lipat selama hampir 15 tahun, (hening sejenak) mmm fantastis + sedih dengernya, akibat kebijakan yang tak masuk akal merugikan kita semua warga Negara Indo, seharusnya uang lebih itu, bisa di alihkan lebih banyak ke pendidikan dan kesehatan, eh malahan masuk ke kantong si anyiing anyiiing ibab, soalnya miris bray kalo ngeliat orang-orang miskin ga bisa berobat, ngga bisa sekolah, padahal kalo orang-orang pada sehat-sehat dan pinter-pinter kan Negara kita juga yang diuntungin, daripada nombokin orang mampu buat beli bensin setujuuu ? nggaaa ???, ya weslah abis ini ganti pembahasan.
Bapak Jendaral bintang lima ini sungguh jenius, karena latar belakang beliau di Kostrad, kenapa saya bilang jenius karena orang biasa belum berpikir, dia sudah berpikir 10 kali di depan, ckckck, namun sayang seribu sayang pola ini menjadi bumerang untuk anak cucu kita nanti (ngga sanggup bayar hutang), woookey, balik ke subsidi, subsidi yang paling kita kenal itu ada tiga subsidi, subsidi di kesehatan, pendidikan, dan yang terakhir bbm (handphone ko di subsidi ckckck). Nnnnaaah untuk yang terakhir ini kebijakan pemerintah sangatlah kontroversial untuk jaman-jaman setelah reformasi tentunya, soalnya waktu jaman orde baru, ini hal yang biasa-biasa saja, ya iyaaalah orang takut ngebahasnya, abis nulis dan ngebahas ini, besok hilang, tau-tau tinggal mayatnya aj, mending kalo ada fisiknya, kalo hilang ditelan bumi hiiiiii. Tapi itu dahulu kala, mudah-mudahan sekarang nda. Sampai dimana tadi … oh bbm, nnnaaah yang jadi pertanyaan kenapa bbm ini ikut-ikutan di subsidi ? padahal dengan mensubsidi jenis minyak seperti bensin itu, telah terjadi “kelalaian prioritas” moso orang-orang yang punya mobil atau paling tidak motor lah, mereka itu kan yang notabene nya orang mampu moso di bantu oleh Negara ? lah ngapain bray, lah wong orang yang miskin aj masih banyak, ngga percaya liat aj tuh pas lagi bagi-bagiin sembako atau angpao lebaran sama daging qurban … realitanya begitu bray (muka heran).
Situasi ini diperparah dengan oknum-oknum produsen minyak, yang menjual minyak jatah Indonesia keluar negri (malaysa, singapur, dll), karena mereka sangat tahu bahwa harga minyak di luar negri itu lebih mahal ketimbang di Indonesia, seperti di malay, harga bensinnya rata-rata 12.000/liter, apalagi di singapur bisa 15.000-an/liter, bisa dibandingkan dengan harga jual di Negara kita 5000/liter terasa sangat timplang, wacana inilah yang membuat para oknum/pemain bbm di indo ingin menjual secara illegal minyak kita ke luar, bisa di bayangkan untungnya bisa hampir 2-3 kali lipat. Apakah Anda masih ingat tahun 90-an ketika ada kasus penukaran muatan BBM di salah satu pelabuhan Indo dengan air laut, dan ternyata minyaknya di jual illegal ke luar, bbbaaah ternyata praktek ini sudah berlangsung lama sekali sekitar 15 tahunan … wooow, Anda bisa bayangkan untungnya, menjual bbm 1 kapal yang bermuatan ber-ton-ton minyak dengan harga 2-3 kali lipat selama hampir 15 tahun, (hening sejenak) mmm fantastis + sedih dengernya, akibat kebijakan yang tak masuk akal merugikan kita semua warga Negara Indo, seharusnya uang lebih itu, bisa di alihkan lebih banyak ke pendidikan dan kesehatan, eh malahan masuk ke kantong si anyiing anyiiing ibab, soalnya miris bray kalo ngeliat orang-orang miskin ga bisa berobat, ngga bisa sekolah, padahal kalo orang-orang pada sehat-sehat dan pinter-pinter kan Negara kita juga yang diuntungin, daripada nombokin orang mampu buat beli bensin setujuuu ? nggaaa ???, ya weslah abis ini ganti pembahasan.
Yang ke dua adalah soal system kenegaraan kita yang katanya
pake trias politika (pembagian kekuasaan), meskipun banyak Negara memakainya,
tapi menurut saya ini sudah tidak update lagi diterapkan di sini, pasalnya
banyak sudah keanehan-keanehan yang terjadi pasca reformasi, contoh yang menang
pemilu siapa, yang jadi presidennya siapa ? (jamannya Mega-Gusdur) aneh toh,
trus masalah koalisi ini juga aneh, seperti PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
yang nda setuju tentang kenaikan BBM kemarin, lantas dia kan koalisi pemerintah,
tapi kenapa membelot ? soal-soal kaya gini yang bikin gregetan, kalo mao jadi
oposisi yah diluar pemerintahan aja, jadi chek and balance, tapi ini ngga, di
dalam pemerintahan, tapi laganya kaya oposisi, kaya musuh dalam selimut, yah
kapan majunyaaaaaa tong, mending kaya di amrik sono noh, partai dua aja yang
gede, kalo yang kalah udah, sportif aja, jadi oposan, jadi jelasloh
kepentingannya. Ini yang di eksekutif partai dia, trus yang di legislatif
paling banyak partai dia, trus biar kuat ngajak-ngajak koalisi, trus iming-imingnya
dapet jatah mentri, lah … trus siapa yang bilangin kalo dia itu salah, gebleg.
Paling edan itu kalo kejadiannya ya kaya PKS ini, diajakin koalisi tapi ngga ikhlas. Dampaknya ini gede banget lo bray, soalnya pemerintah itu jadi ngga konsen dengan program-programnya, malah ribet ngurusin rumah tangganya, di obok-obok trus. Ini berdampak juga terhadap kebijakan-kebijakan RAPBN, seharusnya subsidi-subsidi yang tadi saya sebutkan di alihkan ke sektor-sektor yang penting jadi ngga tepat sasaran, akibat terlalu banyak kepentingan. Cacat-cacat politik yang terlihat itu dijadikan sesama partai saling sandera menyandera, dijadikan harga tawar menawar, sedangkan itu malah memperlama percepatan pembangunan di Negara kita, kalo saya bilang kebanyakan “Lobi”, terlalu banyak kepala akan membuat Anda pusing. Kalo saya jadi presiden, udah saya rombak tuh (walaupun harus merevisi UUD 1945) kalau untuk kepentingan bangsa, kenapa tidak ? (kesel) trus buat koruptor-koruptor, korupsi diatas 100 juta tembak mati, istrinya anaknya nikmatin, penjara seumur hidup, selesai.
Paling edan itu kalo kejadiannya ya kaya PKS ini, diajakin koalisi tapi ngga ikhlas. Dampaknya ini gede banget lo bray, soalnya pemerintah itu jadi ngga konsen dengan program-programnya, malah ribet ngurusin rumah tangganya, di obok-obok trus. Ini berdampak juga terhadap kebijakan-kebijakan RAPBN, seharusnya subsidi-subsidi yang tadi saya sebutkan di alihkan ke sektor-sektor yang penting jadi ngga tepat sasaran, akibat terlalu banyak kepentingan. Cacat-cacat politik yang terlihat itu dijadikan sesama partai saling sandera menyandera, dijadikan harga tawar menawar, sedangkan itu malah memperlama percepatan pembangunan di Negara kita, kalo saya bilang kebanyakan “Lobi”, terlalu banyak kepala akan membuat Anda pusing. Kalo saya jadi presiden, udah saya rombak tuh (walaupun harus merevisi UUD 1945) kalau untuk kepentingan bangsa, kenapa tidak ? (kesel) trus buat koruptor-koruptor, korupsi diatas 100 juta tembak mati, istrinya anaknya nikmatin, penjara seumur hidup, selesai.
Contoh-contoh Negara sukses itu banyak, tinggal kita
mencontoh saja yang sudah ada (kalau kita susah merasa menjadi pionir), toh
mencontoh yang sukses itu bukan kriminal ?.
Saya lebih senang dengan ketegasan system politik, dimana
pemerintah dan oposisi harus jelas keberadaannya, masing-masing ada bagiannya.
Demikianlah saudara-saudari, atas kecintaan saya kepada
bangsa ini, ko saya jadi begini ?, nulis-nulis yang ngga penting hahaha dan sebagainya (diem) hahaha,
semoga saya tidak mengganggu sore Anda yang sedang santai, wass.
NB : thnx buat temen yang udah ngasih saran untuk nulis arganarada

0 komentar:
Posting Komentar