on Sabtu, 13 Juli 2013

Seni Adalah Hidup Itu Sendiri.


Tanpa ada wadah kehidupan, seni takan bisa diwujudkan keberadaannya, seni itu masuk di setiap sisi kehidupan dan dapat memperindah sesuatunya, dan itu tidak mutlak terhadap kebenda-an saja, tetapi bisa saja masuk kedalam bentuk ke sifat-an, penulisan saya nantinya menitik beratkan seni yang mempengaruhi ke sifat-an manusia itu sendiri.

Sekarang adalah bulan Ramadhan 1434 H, umat muslim diseluruh dunia menyambut bulan ramadhan ini dengan suka cita dan bersyukur, karena masih bisa merasakan nikmatnya puasa sampai saat ini.

Seni masuk di suara suara nan indah oleh para pembaca Al-Qur’an di plosok-plosok negeri ini, ada yang menarik ketika seni masuk kedalam media suara, saya merasakan seni dasar yang sangat alami yang berada pada suara Amiin di surat Al-Fatihah, setelah saya perhatikan setiap suara amiin itu tidak pernah terdengar fals, (harusnya ini masuk di Guinnes World Records atau Muri menurut hemat saya, hehehe) walaupun surat Al-Fatihah itu dibacakan oleh imam yang nada suaranya rendah sekalipun, secara naluriah, suara amiin makmum pasti menyesuaikan suara sang imam, dengan secara tak sadar para makmum itu mempunyai kadar seni alami yaitu seni menyesuaikan suara agar terlihat serasi dan selaras. 

Seni juga masuk di dalam jiwa anak muda, dari anak band sampai para pembuat film bermutu, semua bakat seni di kerahkan untuk menghasilkan sebuah maha karya yang dapat diabadikan dan diceritakan kepada generasi selanjutnya. Ada yang menarik tentang anak muda, saya tertarik karena saya melihat ada sebagian orang yang dengan mudahnya mendapatkan pasangan (pacar/istri) sedangkan ada sebagian lainnya teramat susah untuk mencari pasangannya, saya tidak mengerti acuan mereka terhadap pemilihan kriteria tersebut, tapi yang pasti saya menyebut itu semua adalah, seni cara menaklukan individu/orang, bagaimana kita belajar mendapatkan hati seseorang, bagaiman muncul sebagai pemenang di antara gebetan-gebetan doi yang bejibun, hehehe, semuanya adalah seni untuk menaklukan seseorang. Untuk orang yang susah mendapatkan pasangan tidak ada salahnya belajar seni tingkat tinggi kepada orang-orang yang dengan mudah menaklukan hati dan perasaan bakal pacar/istri dengan elegan hahaha, terdengar aga lebay tapi ga ada salahnya di coba *kode hahaha. 

Seni juga masuk di dalam diri orang tua/ortu, bagaimana menaklukan hati anaknya, dihormati sekaligus disayangi oleh anak-anaknya, semua itu memerlukan seni menaklukan orang tingkat tinggi. Ini juga dialami oleh para guru dan pengajar lainnya, dan akhir-akhir ini saya melihat yang mendekati dari itu semua adalah ilmu mengenai marketing, Cuma medium saja yang berbeda, namun tujuannya tetap sama, menaklukan pasar atau mengambil hati seseorang. 

Saya melihat seni itu begitu tinggi di dalam diri Nabi Muhammad dan para sahabat, agama Islam menyebar dengan cepatnya dengan sifat lembut yang harus ditunjukan pada waktu yang tepat, dan ketegasan dikala itu perlu untuk memastikan kereta berada di jalur yang ada, kelembutan berpadu dengan ketegasan, mereka sadar betul dengan timing dan nalar yang sangat akurat, mereka semua dapat memenangkan hati umat muslim. Karena itu Islam mengajarkan sistem hukuman dan penghargaan, siapa yang melanggar harus tegas dihukum, dan yang berprestasi dengan lembut diberikan penghargaan yang sesuai 

Sebenarnya masih banyak seni-seni yang lainnya yang terbesit di pikiran saya, tapi cukup ini saja yang ditulis, mungkin juga saya lupa apa yang mau ditulis wkwkwk, lumayan selembar A4 juga lumayan kan hahaha.

Tulisan ini hanya tulisan ringan belaka, jangan dianggap terlalu serius, karena pengetahuan saya terbatas dan belum seberapa, ini hanya penyaluran hobi saya nge blog, menulis apa saja yang saya anggap menyenangkan, c u Wass.

0 komentar:

Posting Komentar